Tuesday, December 22, 2020

Apa dan Bagaimana Memahami "Social Welfare" (Rangkuman Pembelajaran Mandiri Dasar)

Persyaratan kuliah: 
(1) Memahami Sejarah dan Dasar Ilmu Sosial (Filsafat Ilmu Sosial) 
(2) Memahami Metode Ilmu Sosial Empiris (kuantitatif dan kualitatif)


Apakah "social welfare" itu?

Menurut Penna dan O'Brien  (1998: 7 - 14)

Pengertian pertama, secara umum konsep ‘social welfare’ dipahami sebagai ‘kesejahteraan’ (well-being) dalam pengertian pada tingkat kesehatan, keamanan, kemakmuran material, partisipasi dst..yang diperoleh oleh seluruh penduduk baik secara individual maupun secara kolektif. Studi mengenai kesejahteraan sosial ini secara umum dilakukan melalui kombinasi data statistik mengenai distribusi pendapatan, tingkat mortalitas dan morbiditas, dengan pengukuran tingkat kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan. Dari data semacam ini, banyak pemerintahan di berbagai negara menggunakan-nya sebagai asumsi dasar kebijakan publik mereka. Contoh: SUSENAS (Survei Ekonomi Nasional)
Pengertian kedua, konsep ‘social welfare’ merupakan suatu sistem relasi sosial dan institusional dimana orang merasa aman (secure) atau mengelola kesejahteraan mereka baik secara individual maupun kolektif. Pengertian ini mengacu pada ‘the means and conditions’ (sarana dan kondisi) yang menunjuk pada bagaimana sekelompok orang dalam mengelola kesejahteraannya terstratifikasi dikarenakan sebab-sebab perbedaan dalam‘the means and conditions’ itu. Dalam konteks ini, maka kondisi miskin tidak hanya semata-mata dipahami sebagai ‘economicaly disadvantaged’ tetapi juga kriteria yang didasari oleh ‘socially disadvantaged’. Dengan demikian, maka akan di dadapi berbagai ‘structure of social layers’ (struktur lapisan sosial) mengenai bentuk-bentuk pelayanan (service) apa saja yang dapat dilakukan serta sumber daya apa saja yang dapat diarahkan. Alternatif kebijakan didasari oleh perspektif ini adalah bagaimana mempertemukan ‘keterkaitan antar lapisan di dalam strultur sosial’, seperti: politik, ekonomi, dan budaya dan pola-pola praktek sosial - pola-pola memaksa 'koersif' (coersion).
Pengertian ketiga, ‘social welfare’ dikonseptualisasi-kan sebagai ‘suatu wacana’ (discourse) dan diterjemahkan dalam berbagai cara. “The discourse of social welfare” ---terdiri dari suatu matrix pengetahuan dan secara kultural dikonstruksikan serta memiliki kerangka kerja (frame work) berupa sanksi politik di dalam merealisasikan praktek (implementasi-nya).


Apakah 'Welfare State' itu?

Menurut Engin F Isin dan Bryan S Turner (2002: 1-10)

“a distinct political form representing a distinct organisational of power”

untuk memahami apa yang "distinctive" dan merepresentasikan 'kuasa' dan bentuk kekuasaan itu, Isin dan Turner menyarankan 3 pemahaman "kunci":

(1) Power: bagaimana kekuasaan berkaitan dengan distribusi keadilan sosial dan ekonomi
(2) Citizenship: bagaimana relasi antar ‘state’ dan ‘citizen’ dalam membangun tumbuhnya civil society (masyarakat madani) yang memungkinkan partisipasi publik bagi pendistribusian keadilan sosial dan ekonomi.
(3) Civil Society: bagaimana masyarakat atau warga negara (populasi komunitas politik negara bangsa) menjalankan fungsi sebagai ‘kontrol terhadap kekuasaan’ dan secara kolektif menjadi basis bagi solidaritas sosial.
Disini kita dihadapi oleh kenyataan bahwa persoalan pengorganisasian distribusi kesejahteraan berkenaan dengan ‘everyday struggles and conflicts that sustain broader hierarchical relations between social groups’.


Penugasan
(1) Buatlah diagram tentang akar filosofis "distribusi kesejahteraan sosial", letakkan dimana padanan "ketiga kata kunci" (power, citizenship, civil society) dalam diagram itu dan bayangkanlah "wujud atau praktiknya seperti apa?" Siapa yang akan menjalankan dan siapa yang akan menerima. Bedakan masing-masing peran dan risikonya. 
(2) Lacak perkembangan populasi  (ambil sampel data Susenas dengan skala 'terbatas') dan distribusi berdasarkan penugasan no (1)
***

Literatur Dasar
(1) Penna, Sue & O'Brian, Martin. 1998. "Theorising Welfare: Enlightenment and Modern Society." London: SAGE

(2) Isin Engin F, Turner,  Bryan S (eds). 2002. "Handbook of Citizenship Studies." London: SAGE

 




No comments:

Ibu, bagaimana aku harus menghadapi dunia, tanpamu?

 Ibuku pergi ke haribaan Illahi pagi pukul 03.05 WIB di hari  Sabtu, 9 Juli 2022. Aku tidak ada di sisinya, tetapi selalu ada di hatinya, se...